Iklan
jump to navigation

”Dani is not a Kamikaze”, Sangat Berbeda Situasinya Dengan Iannone 11/04/2016

Posted by Kang ari in MOTO GP.
trackback

dani dan dovizioso crash

Menarik membaca berita dari crash.net dimana pihak crash berhasil mewancarai Dovizioso perihal ditabraknya dia oleh Dani sehingga untuk kedua kalinya bernasib malang di awal musim 2016.

Saat race di argentina Dovizioso harus merelakan podium yang sudah di depan mata akibat keteledoran dari Iannone sehingga keduanya harus mengalami crash dan bahkan Dovi harus mendorong motornya hingga garis finish agar bisa mendapatkan poin. Iannone sudah minta maaf kepada Dovi namun tidak semudah itu karena sampai saat ini pihak Dovi tidak berkomentar atas permintaan maaf yang dilakukan oleh iannone.

Kesialan berlanjut di seri Austin, sebuah kejadian yang tidak terduga di pertengahan race dia harus kembali kehilangan poin akibat ditabrak oleh Dani Pedrosa. Dani yang mencoba melakukan late braking di tikungan pertama justru goyangan hebat dari ban belakang yang mengakibatkan Dani kehilangan grip hingga akhirnya jatuh, malang buat Dovi tepat di depan Dani ikut tersangkut motor RC213V sehingga keduanya mengalami crash. Seusai jatuh, Dani langsung menghampiri Dovi yang terjatuh di pingir lintasan kemudian Dani mencoba melanjutkan race lagi namun akhirnya harus kembali ke Pit akibat motornya bermasalah.

Sampai di garasi Dani hanya menaruh helm kemudian berjalan menuju garasi Ducati kemudian keduanya terlibat pembicaraan, kemungkinan Dani minta maaf atas apa yang sudah terjadi. Apa yang dikatakkan Dovi ?

“I know Dani for many years. Dani is not a rider who takes many risks normally,”

“Everybody is on the limit. Mistakes can happen. But Dani is not a kamikaze, trying to overtake you every time on the brakes. When somebody makes a mistake and it creates a problem for another rider, it’s bad. But it’s different compared to Argentina.”

”aku kenal dani sudah bertahun2 kok, dani itu rider yang normalnya tidak suka ambil resiko”

”semua orang dalam kondisi puncaknya. Kesalahan dapat terjadi kapanpun. Namun dani tidak melakukan kamikaze, mencoba untuk menyalipnya setiap saat melakukan pengereman. Semua orang dapat melakukan kesalahan dan membuat pebalap lain bermasalah, ini buruk. Tapi ini berbeda bandingkan saat di argentina.”

Dari perkataan dovi sudah dipastikan bahwa dovi memaafkan apa yang sudah terjadi dengan pedrosa dan hal ini sangat berbeda ketika dovi bermasalah dengan iannone.

Iklan

Komentar»

1. orong-orong - 11/04/2016
singindo - 11/04/2016
sebarkan.org - 11/04/2016

Teman setim malah jadi lebih dingin..

Mengejutkan pria ini bisa rasakan sakitnya menstruasi!! http://tinyurl.com/zp7klcm

balimotorider - 11/04/2016

Lhoo….podium disikat dewe
http://wp.me/p4dgXn-y6

2. Mase - 11/04/2016

Dovi selalu bernasib sial

3. the Donker - 11/04/2016

Respect buat pedrosa…
setahu saya pedrosa merupakan pembalap yang sangat fair paly dan rendah hati dia juga merupakan tandem pembalap utama sayangnya dia kurang beruntung, sehingga sampai sekarang belum mampu jadi juara dunia…
https://dslazer.wordpress.com/2016/04/11/kebutuhan-manusia-modern-sandang-pangan-papan-ditambah-motor-dan-smartphone-oh-yes-atau-oh-no/

4. ardiantoyugo - 11/04/2016

Mesake… 😦

5. Kobayogas - 11/04/2016

Wah bahasanya.. Cobain versi ay deh..

Gw kenal dani dah bertahun tahun, dia bukan pembalap yg sembrono..

Setiap orang sedang dalam batasnya.. Kesalahan dapat terjadi.. Dani tidak melakukan bunuh diri, seperti mencoba menyalip setiap saat ketika (yg lain) mengerem.. Ketika seorang pembalap membuat kesalahan yg menyebabkan masalah terhadap pembalap lain, memang sial sih.. Tp ini berbeda dengan kejadian di Argentina..

Tuh kan lebih ancur wkwkwkw..

https://kobayogas.com/2016/04/11/intermezzo-supra-x-125-patah-rangka-tengah-kenapa-bisa-begitu/

saipul jambul - 11/04/2016

ai sudah kenal pedrosa bertahun tahun
setau ai .dia bukan pembalap yg suka nyedot nyedot
semua orang pada kondisi puncak (birahi) nya. kesalahan dapat terjadi kapanpun..tapi pedrosa tidak melakukan hap hap hap..dia tidak nyedot saat yang lain sedang nyedot.. semua bisa melakukan kesalahan..dan membuat yg lain bermasalah..ini joss .tapi ini lain bandingkan saat di organ tina..

unyu2 - 11/04/2016

Nah ini baru bahasa akanh mencerahkan…

fari.fairis - 12/04/2016

aku ki wis kenal Dani ket jaman mbiyen banget, de’e dudu bocah sing ugal-ugalan.

kahanane kabeh wong pancen lagi gas pol mentok, kapan wae iso salah.. Dani ora bakal golek perkoro, koyo nyoba nyalip ngarepe saben ngerem ndadak.. yen pembalap kui gawe perkoro njuk marai pembalap liyane nggasruk lemah, jannncuk tenan pancene! nanging iki bedo karo pas neng Argentina kae..

Kobayogas - 12/04/2016
6. imotorium.com - 11/04/2016
7. naruto - 11/04/2016

gara² pakek mode celeng, nabrak deh..
apes apess !!

8. Dirman banjarnegara - 11/04/2016

patut di contoh untuk 2 rider sama2 suportif…

9. Lampor - 12/04/2016

Hebat ni si dani. Habis nyeruduk kemarin langsung nyamperin dan sempet minta maaf juga kan. Eh, di garasi juga minta maaf lagi. Hebat, bener2 sportif. Salut sama dia.

10. tiyawann - 12/04/2016

Respect..

11. fandi - 13/04/2016

ya banyak yang salut dengan Danii Pedrosa. Karena sikapnya yang gentelmen. Namanya juga balapan tabrakan ya pasti ada. Yang penting itu minta maaf kalo salah. Patut dicontoh pembalap seperti Dani.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: