jump to navigation

Kecelakaan Akibat Jalan Rusak Hingga Meninggal, Kita Wajib Tuntut 120 Juta Kepada DPU 01/04/2016

Posted by ARIPITSTOP in BERITA.
trackback

jalan rusak

Jalan raya rusak sering kita temukan apalagi saat musim hujan, meskipun sering rusak karena hujan tetap saja pemeliharaan jalan tetap harus dilakukan demi menjaga kenyamanan serta keamanan para pemakai jalan.

Apa reaksi kita saat melihat jalan di depan kita rusak atau berlubang ? pasti akan menghindarinya jika sempat namun jika tidak sempat maka kita terpaksa melewati lubang tersebut, kalau lagi bernasib baik tidak terjadi apa2 tapi kalau lagi apes kita bisa terpental hingga jatuh bahkan bisa langsung ditabrak sama kendaraan daribelakang. Nach jika terjadi sesuatu pada pengguna jalan seperti luka atau bahkan sampai meninggal maka kita wajib untuk menuntut DPU (Dinas Pekerjaan umum) sebagai dinas penyelenggara jalan. Laporkan ke polisi terlebih dahulu beserta bukti2 kepada pihak kepolisian.

jalan rusak 1

Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur hal tersebut. Pasal 273 mengatur tentang tindakan hukum terhadap Instansi terkait atas kecelakaan yang diakibatkan oleh jalan rusak.

Pasal 273
(1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 12.000.000 (Dua belas juta rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah).

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 120.000.000 (Seratus dua puluh juta rupiah).

(4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

sumber : tmcpoldametro

Komentar»

1. singindo - 01/04/2016
sebarkan.org - 01/04/2016
2. Cahyo - 01/04/2016

Itu di jakarta ? Tapi g berlaku di lampung lek… Jalanan di lampung selatan ngelupas sampe kyk sawah… DPU nya tutup mata seolah jalanan,a semulus t0l :v

3. imamsatria - 01/04/2016

kok DPU nya yg dituntut? kalo orang PU mah asal ada duit proyek pasti dijalankan, entah itu pembangunan/perbaikan, lumayan juga seserannya. kalo nggak ada anggaran, ngerjainnya pake apa? ditambal pake tanah yak? :v

semar - 01/04/2016

Busyet masak dpu gak bikin agenda kerja? Mpe gak punya dana perbaikan jalan? Kl mpe gak ad anggaran tu mereka gak ngerti pa pura” gak ngerti? Trs PKB dikemanain? Masalahnya belum ad yg nuntut kasus beginian yg diblow up buat edukasi dan shock terapi pdhl UU nya jelas, mgkn jg gak mau ribet ma polkis tau ndiri citra polkis gmn kl soal beginian

imamsatria - 01/04/2016

agenda jelas ada lah. tapi masih minta persetujuan dulu baru duit cair dan proyek dijalankan. kalo asal aja perbaikan, yg ada malah dimintai duit sama LSM/KPK. soal pajak kendaraan, apa dipegang sama DPU?

fari.fairis - 01/04/2016

haha.. sok tau

Chandraa - 02/04/2016

Pake jidad mu nambal nya……makanya org PU itu kerja yg bener jangan jalan baru di bagusin baru sebulan sdh rusak lagi

4. Hermawan - MivecBlog.com - 01/04/2016

Aktualnya pasti susah minta ampun… 😦

5. bang herman - 01/04/2016

pajak kendaraan bermotor
yang tiap hari ada yang bayar dan nggak jarang sampai antri bayarnya (itu baru motor).
di kemanainnn… woyy.. tu duwitt.
PANCASILA sila ke 5 “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ”
masihkah ada keadilan di negri kita tercinta ini
negara ini sudah mati sejak lama.

Rider - 01/04/2016

sila ke 5 sdh gak ada, diganti jadi bebek nungging ama zaskia…hahaha

bang herman - 01/04/2016

oo
iya saya lupa

6. COCODOT - 01/04/2016

Hanya ada di Indonesia

7. harris - 01/04/2016

prakteknya???/ mau nuntut seperti itu??? bakal kalah, mereka pny kekuatan uang

ntr paling simpel, alibinya, kok pengendara laen yg lwt g kecelakaan, brrti yg salah pengendara yg kecelakaan

ini indonesia bung…

8. orang awam - 01/04/2016

pasal hanyalah pasal, ini Indonesia negara yg notabene penegakan hukumnya amat lemah

9. ulekuaci - 01/04/2016

lebih reality bebek nungging….

10. nafis - 02/04/2016

Ya. Saya juga semalam hampir aja kecelakaan gara ² just mput motor the man dikampus dan dikarenakan hujan ada lobang juga itu tempat nya di way kandis

11. bmspaces - 03/04/2016
12. dolipulungans - 03/04/2016

AH….BOTO HO,..SAMPE MAPUTTAR DOLOK SI BUAL BUALI NADA RA DINAS PU NA GOT PATURERHON DALAN I HARANA NADA ADONG DANA, MA HABIS DI KORUPSI HALA I, PANAKKO, MARK UP ANGGARAN KORUP, KAREJO NI DINAS PU SUMUT , ASAL JADI DO SUDE KAREJO, ATCOGOT SEGO BUSE DALAN I , BAEN BUSE, PANGIDO BUSE ANGGARAN PERBAIKAN. BIA SO ADONG NA SEGO DALAN, JADI TEMPAT TAKKOAN MAI DI BAEN PEGAWAI DINAS PU PERBAIKAN DALAN I ,, ROHA2 NI HALAI DO MAMBAEN ANGGARAN, MAGO DO ANGGARAN 85% DI BAGI2 HALAI, 15 % TO DALAN NASEGO, ATCOGOT SEGO, BAEN BUSE TAKKOAN, SARUPO DO SUDE BUPATI TAP SEL SI PSARIBU I DOHOT PNS 85% PANAKKO DO SUDE . KORUPTOR.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: