Iklan
jump to navigation

Austin Racing Marah Karena Logonya Dipakai Knalpot Purbalingga 28/02/2016

Posted by Kang ari in BERITA.
trackback

knalpot purbalingga (4)

Salah satu dilema kalau pakai logo merk lain diproduksi sendiri, ketahuan sama yang punya hak patent bisa dituntut bahkan tuntut secara hukum. Seperti yang terjadi sama kejadian yang lagi ramai di instagram, Austin Racing pabrikan knalpot ternama asal inggris dipakai di knalpot buatan purbalingga.

Nich ketika Austin racing geram…

knalpot purbalingga (1)

Setelah saya cek di akun instagramnya ternyata sudah jadi private.

knalpot purbalingga (2)

Mari bangga pakai knalpot merk sendiri…

Dulu juga pernah replika helm suomy dan knalpot yoshimura kasusnya sampai persidangan dan pastinya pemegang merk asli yang menang.

Sekedar mengingatkan hukumnya :

Penggunaan Merk / Logo tanpa ijin di anggap Pemalsuan.

UU NO.19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA
BAB XIII
KETENTUAN PIDANA
Pasal 72

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 19, Pasal 20, atau Pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Iklan

Komentar»

1. Chandra - 28/02/2016

Untuk barang industri lebih tepatnya hak patent, hak merk atau hak desain industri. Hak cipta untuk ciptaan lagu, karya sastra dll

ninja150ss - 28/02/2016

Nek dituntut pie jal?

Ini dia motor sport full fairing paling keren speknya dari Honda:
http://traktordohc.com/2016/02/28/4773/

sebarkan.org - 28/02/2016
singindo - 28/02/2016
Rio - 29/02/2016

Bener, hak paten tuh

Modifikasi Goplus ala Nissan GTR
http://motorrio.com/2016/02/27/modification-datsun-gtr/

2. dejectermoto9191 - 28/02/2016

membuat merek ampe terkenal itu butuh pengorbanan ya pastinya dengan uang yg tidak sedikit, dan di indo cuma di jiplka gratis

3. jimmoth - 28/02/2016

kenapa ga bikin merek sendiri ya…

Kobayogas - 28/02/2016
4. hoho - 28/02/2016

Inilah, industri rumahan yang sembarangan comot, lebih baik jangan diteruskan

5. java36 - 28/02/2016

This is a poor product and used by poor people… Bahahaha

warungasep - 28/02/2016

hahaha ada org poor wjejsjwjaj

gilaroda2ga - 28/02/2016

Pasti namanya mas poorwanti kui…

6. VR93 - 28/02/2016

Itulah gunanya pendidikan, klo cm bisa pegang obeng dan ngelas doang, trus koar2 “KAMI BISA!!” …… .ya gini akibatnya …. Malu2in Wewwww

7. ihsan - 28/02/2016

Kuapokmu kapan le

8. Elang - 28/02/2016
9. Dewaiur - 28/02/2016

Gue dukung pemegang logo resmi. Gue juga orang Indo tapi ga bangga sama orang yg bisanya cuma nyolong ide dari orang lain. Ayo di bawa ke ranah hukum saja! Biar kapok!

10. totok - 28/02/2016

Poor people tapi BODOHnya setengah mati… Dasar Plagiat !!

11. binunrider - 28/02/2016

bukan cuma soal pendidikan, tapi soal ETIKA (BISNIS).. moral.. kejujuran.. yang pendidikan tinggi, duit banyak.. ada kok yang ga malu2 niru punya orang.. terus dijual murah tujuannya supaya dia terkenal sendiri

ndoro - 28/02/2016

Maksudnya ahaem yg suka bikin motor mirip motor pabrikan lain yg laku? πŸ˜€

VR93 - 28/02/2016

Hahaha….ada honhater :v

Kobayogas - 28/02/2016
binunrider - 28/02/2016

hahahha… itu mungkin kelas gedenya.. dilingkungan produsen sama aja.. ada yg tujuannya menjatuhkan harga, beken sendiri, monopoli…

12. antotardo - 28/02/2016

Beli produk lokar ori aja cld,r9,wrx dll

Muke lele - 28/02/2016

Ane sebagai user lebih memilih merk lokal daripada merk international tapi abal2

13. ardiantoyugo - 28/02/2016

sempet mengikuti pas awal awal…

kerennya CB500X dibanding yang lain : http://wp.me/p1eQhG-1AL

14. Momok kw - 28/02/2016

Kenapa gak merek sendirj?

Simpel aja

Merek sendiri pasti dibkira knalpot brong terus di tilang

Knalpot mahal aja sekarang kena

Industri knalpot gini sebenernya naik turun. Makanya bikin brand sendiri susah

Kecuali pemerintah mau turun tangan untuk masalah part aftermarket pake brand sendiri punya payung hukum

Baik penggunaan,
Pemasaran
Dll

Sekarang bikin part modiv motor kenapa banyak yg pake replika? Ya sinpel aja. Pemerintah gak mau menaungi dan memverikab payung hukum sama parf modiv

Kalo pake kw gini kan enak. Harga murah. Di tilang tinggal beli lagi

Nah udah beli jutaab eh ternyata di sita. Ya nyesek kan?

Intinya pabrikan cari untung
Kalo buat gengsi mah sebenernya part asli bakalan di pake

Cuma gmn yah? Tiap di pake di permasalahin? Akhirnya? Ya pada pilih kw.

Banyak yg pingin kw ya udah banyak yg buat

16. ari - 29/02/2016

Di situs resmi austin racing udah ada alert tentang ini

17. orong-orong - 29/02/2016
18. Grosir Knalpot Purbalingga - 29/02/2016

sebenernya asal ngga gengsi kita bisa pakai merek lokal.malah lebih bagus bisa pesan merek knalpot merek sendiri atau nama klub.

19. salim - 29/02/2016

yg ndesain logonya kalo ga salah anak indonesia loh. cuman dia freelance di agensi desain luar negeri.

20. poho - 01/03/2016

Kalo yg bikinnya pinter pasti bikin dulu patent merk itu di Indonesia, berkaca pada kasus IKEA yang menang wong suroboyo loh …

21. jiban - 22/03/2016

Knalpot purbalingga knp takut pake merk sndiri? Inget, penjiplak itu sampah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: