Iklan
jump to navigation

Gojek dan Sejenisnya Resmi Dilarang Beroperasi Oleh Pemerintah 18/12/2015

Posted by Kang ari in BERITA.
trackback

gojek seksi

Akhirnya pemerintah melalui kementrian perhubungan resmi melarang transportasi berbasis online yang menggunakan kendaraan pribadi atau plat hitam dilarang beroperasi. Disaat masyarakat membutuhkan transportasi yang aman, nyaman, murah yang salah satunya ada di layanan berbasis online ini malah dilarang, apakah pemerintah sudah menyediakan transportasi yang layak untuk masyarakat ? bisa dikatakan dalam jumlah kecil saja yang layak karena setiap hari kita masih dengar berbagai kecelakaan yang terjadi di transportasi umum apalagi di jakarta hampir setiap hari kecelakaan yang berhubungan dengan metromini dan sejenisnya.

gojek cantik

Djoko Sasono selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, saat konfrensi pers di jakarta :

Djoko santoso membacakan Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditanda tangani oleh Bapak Menteri Jonan yang menjelaskan bahwasannya transportasi yang menggunakan kendaraan pribadi atau plat hitam telah melanggar undang undang.

  • Sehubungan dengan maraknya kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang, perlu diambil langkah bahwa pengoperasiannya dilarang.
  • Pengoperasian ojek dan taksi sejenis Uber tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.
  • Ketentuan angkutan umum adalah minimal harus beroda tiga, berbadan hukum, dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum.
  • Djoko mengaku, pihaknya tidak masalah dengan bisnis start-up (pemula). Namun, hal itu menjadi masalah apabila angkutan pribadi digunakan sebagai angkutan umum yang tidak berizin dan tidak memenuhi ketentuan hukum.
  • Apa pun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang.
Iklan

Komentar»

1. Sing Indo - 18/12/2015
Alki Rahmatullah - 18/12/2015
sebarkan.org - 18/12/2015
SuRyA - 18/12/2015
nyimnyim - 18/12/2015

karna tidak ada pendapatan untuk negara…boleh di blg gojek ga bayar pajak untuk usahanya…tidak ada SIUP.

2. kudo78dk - 18/12/2015
otoborn.com - 18/12/2015
3. sohc superior - 18/12/2015

Θ¡ UU jelas banget jenis kendaraan apa yg boleh buat angkutan umum

[m̲̅][a̲̅][u̲̅] melanggar????gitu kok pengin negaranya maju

Pengin bikin transportasi umum????bikin angkot atau taksi ber_izin sana lah

Go-jek hanya aji mumpung manfaatin tren demi kepentingan individu,disamping itu jelas2 melanggar UU

Ngoahahahhahaah

4nd1 - 18/12/2015

Ojek pangkalan melanggar juga.
Kemudian mobil-mobil omprengan juga.
Ini yang harus berimbang perlakuannya.

Go-Jek masih punya layanan lain, yang dilarang kan Go-Ride-nya saja …..

Kalau, misalnya Go-Mart & Go-Send dilarang juga, berarti kurir2 seperti JNE juga dilarang atau layanan pesan-antar juga dilarang karena plat hitam ….

Yang ingin saya utarakan adalah, usaha ojek & omprengan sudah lama ada dan -sebetulnya- sudah dinyatakan tidak boleh tapi tanpa ada tindakan nyata sehingga masyarakat menganggap hal ini “abu-abu”, namun dilain pihak membantu sekali.

Di lain pihak, pemerintah kok ya telat reaksinya, coba kalau dari dulu-dulu-dulu sekali tegas, pasti tidak ribut dan ….. berikan kami alternatif …..

Di sisi lain, jangan salahkan Go-Jek -atau sejenisnya- semata-mata.
Prinsipnya, Go-Jek memberikan alternatif kepada masyarakat yang biasa menggunakan layanan ojek agar mudah mendapatkan layanan dengan harga yang sudah diketahui.
Juga, dari sisi pengemudi Ojek, daripada nongrong2 di pangkalan terus main getok harga, lebih baik kalau mereka bisa mendapatkan order dengan lebih efisien.

Dilarang ?

Tidak usah pakai atribut sama sekali.
Hanya saja, nanti Pak Pol akan melakukan penjebakan, pesan terus ditahan pengemudinya ……..

Tapi saya yakin, paling tidak lebih dari 3 bulan sepinya ……
Masih banyak urusan lain daripada diomeli masyarakat pengguna ojek & omprengan …

4. sohc superior - 18/12/2015

Jelas2 melanggar UU kok ente dukung toh boz

Kmrn ada siswi mabok2_an ϑ¡ bece

Ada moge trobos ϑ¡ bece

Ini transportasi online melanggar UU ϑ¡ dukung

Koplak

Ngohahahhaa

5. orang awam - 18/12/2015

hahahaha, dagelan opo maneh iki. kalau emg tidak sesuai undang-undang kenapa engga langsung distop sejak awal? knp setelah berdiri dan beken malah dilarang? nah l

6. fonnte - 18/12/2015

hahahay, ini drama apa lagi? kayanya pemerintah sekarang lebih suka ngurusin rezekinya rakyatnya

7. cadoxs - 18/12/2015

Yg bikin ngeri banyak drvernya buka hp sambil riding

Kang ari - 18/12/2015

nach ini yang sering terjadi dan membahayakan konsumen dan pengguna jalan lain,
safety riding masih kurang

otoborn.com - 18/12/2015

Ntu dia..
Pihak pengelola harus bisa tegas sama drivernya, ngga ambil untung doang, supaya secara hukum layak dirangkul pemerintah. Harusnya sistem onlen disatukan dgn visi misi kemenhub biar selaras hukum, bukan dimusnahkan… Tar ujug2 keluar taksi onlen versi kemenhub, drivernya pake seragam dishub semua hehe
http://otoborn.com/2015/12/17/surat-keputusan-jaminan-terhadap-rio-haryanto-dipertanyakan-anggota-komisi-x-dpr-moreno-soeprapto/

8. nanang - 18/12/2015

repot wes! satu sisi menguntungkan masyarakat di satu sisi merugikan masyarakat …masyarakat yang mana ya????

9. Sersan - 18/12/2015

Saya pribadi merasa di untungkan ada gojek ini. Pernah pulang trngah malam, karena saya ga tau angkot daerah disitu. Sy pakai gojek dan saya dianter pulang. Saya ngerasa gojek ngebantu bgt khidupan. Sy untung, mereka pun untung.

10. Yudakusuma - 18/12/2015

Prok prok prok…

===========
Mengenal Lebih Dekat Toyota Sienta, Pantaskah Diboyong TAM? – http://wp.me/pjIYW-1WB

11. Nuryanto Setiawan - 18/12/2015

wahhh rame iki

12. UFI - 18/12/2015

Ada yg aneh, kalau plat hitam dilarang dan minimal harus roda tiga, maka ojek2 biasa jg harus dilarang dong. Apa ojek2 hrus ganti motor pke mtor pickup roda 3??hahahaha,,, aturan kok multi tafsir, bukan sarjana pa yg bikin itu ya?

Kang ari - 18/12/2015

Banyak mobil sewaan dan travel yang plat hitam

13. samurai X - 18/12/2015

pasti kurang setoran nih..

14. hidup gojek - 18/12/2015

Disaat banyak yg kena phk gojek di larang beroprasi..
Bukanya membuat lapangan pekerjan malah menutup lapangan pekerjaan
Sandiwara apa lagi ini

15. sodiqcho - 18/12/2015

ojek pangkalan juga di larang dong, kan plat hitam, dan ber roda 2

Mang Ubed - 18/12/2015

Ojek pangkalan itu sifatnya usaha swadaya, Mas. Bedakan dgn Go-jek yg sifatnya perusahaan go-public tetapi tidak ada ijin u/ sbg sarana transportasi umum. Nah ! Bisa paham dr sini ? Jgn diartikan pernyataan secara harfiah..

Mamimu - 18/12/2015

Di situ yg di sebutkan
-Plat Hitam
-Roda 2

Bukan secara harfiah tp pahami 2 peraturan tersebut
Kecuali ada peraturan
-Ojek pangkalan di sebut swadaya masyarakat di perbolehkan

Kalo memang diskriminatif
Karena tidak lewat pajak dishub atw LLAJ
Jadi buatlah UU kek gitu

Jujur saya yg luar kota
Masih awam soal rute dan angkutan
Alhamdulillah ada angkutan online kek gini bisa tau daerah yg masuk gang tanpa nyasar dan harga masuk akal

Tau sendiri naik OP matok harga gila2an
Nunggu busway 1-2jam baru dateng
Naik taksi bisa 4x lipat ongkos OP

4nd1 - 18/12/2015

Bahasa hukum adalah bahasa harafiah, Mas ………
Disitu tertulis, angkutan umum adalah : plat kuning & minimum beroda-3.

Saya tidak membela ojek online tapi hanya minta tolong ke pemerintah, berikan kami solusi & alternatif.

Mang Ubed - 18/12/2015

Oke , skrg saya tanya kalo anda mengerti hukum.. Mana bukti kalo go-jek berbadan HUKUM Transportasi bersifat publik ??!! Tunjukan script / setidaknya bukti setor pajak dr dispenda dan/atau TDP kelaikan transportasi umum dr Organda ?

sodiqcho - 18/12/2015

saya bukan lihat dari ijin perusahaannya, tp dari segi UU yang menyatakan roda 2 tidak untuk transport umum

sodiqcho - 18/12/2015

kl perusahaannya yg ga berijin terus di tutup sy setuju, tp yg di larang kan peruntukan motor utk transport umum dan keamanan

16. Riva Mobil - 18/12/2015

wah kenapa ini ya? dah lama beroperasi dan saya rasa masyarakat sejauh ini terbantu dengan ojek dan sejenisnya. Harusnya aturan mainnya aja yang dibenerin lagi

17. Ferboes - 18/12/2015
18. Risky August - 18/12/2015

yang patut disalahin ya go-jek nya, korbannya masyarakat (entah driver dan penumpang). dah lama baca artikel tentang keilegalan goj-jek, tp bukan maksud ngebelain pemerintah, tp mungkin pemerintah habis kaji sana sini dulu baru bisa ngeluarin larangan. hehe. y setau saya sih bener, plat item kok dikomersilin se-indonesia, kan ga boleh 😀

19. erotomania - 18/12/2015

mbak aditya ampiri….. gak usah ngojek lagi….. sini jadi istri mas aja…. aku yang akan jadi ojek di hatimu, hehehehehe

20. Kelz Thamz - 18/12/2015

pengangguran bertambah lagiiiiiii….

21. nganu ngini - 18/12/2015

saya tantang pemerintah untuk menyediakan layanan sekelas gojek terutama delivery barang dalam hitungan jam dalam 1 jabodetabek…

22. iwan beneran - 18/12/2015

Usul saya gini aja Pak Jonan : UU angkutan umum harus roda 3 diubah aja, roda 2 juga boleh jadi angkutan umum(pelat kuning), tinggal diatur aja pajaknya berapa.
Karena melihat fakta di lapangan, terutama di jalanan perkotaan yang macet luar biasa, tentu gak mungkin warga naik roda 3(bajaj) atau roda 4(taksi), macet gak ketulungan..kapan sampai ke tujuan, buang-buang waktu di jalan, produktivitas terhambat, pertumbuhan ekonomi ikut terhambat.
Lain halnya dengan roda 2 yang lincah, sanggup selap-selip di kemacetan. Roda ekonomi berputar, pemerintah dapat pajak, warga semakin produktif..cepat sampai ke tujuan, pengendara ojek bertambah penghasilannya, pengangguran berkurang.
Win win solution untuk semua.

23. haaahhh - 18/12/2015

Gojek di prmasalahin..armadanya sndiri bijimane….Ada batu di balik udang.. Ehh!!!

24. 4nd1 - 18/12/2015

Kalau saya baca-baca beritanya :

http://inet.detik.com/read/2015/12/18/082617/3099080/399/ini-bedanya-ojek-online-vs-ojek-pangkalan-versi-menteri-jonan
http://inet.detik.com/read/2015/12/18/075926/3099049/399/go-jek-dkk-mau-boleh-beroperasi-ini-syarat-menteri-jonan

Alasan utamanya adalah : ” ojek online yang sedang menjamur sudah memproklamirkan sebagai angkutan penumpang.” dan “Padahal roda dua tidak termasuk sebagai angkutan penumpang”

“Sementara ojek pangkalan selalu dianggap sebagai kegiatan non-transportasi publik”

Jadi, jalan keluarnya adalah : ojek online ganti saja menjadi dengan “KoJek : Komunitas Ojek – yang membantu menyediakan layanan pengantaran secara personal” dan proklamirkan sebagai lembaga Nir-Laba …….

🙂

25. semar - 18/12/2015

Ojek ada sebenernya bukan untuk lewat jalan raya, tetapi untuk daerah perkampungan yg tidak dilewati angkutan umum, makanya meraka biasanya mangkal didepan gang tempat angkutan umum nurunin penumpang, klo gojek kayanya melihat peluang dari taxi motor yg pernah ada, seharusnya emg harus berbadan hukum biar enak, ada legalnya, ada jaminan safety buat pelanggan karena ada sistem yg jelas.

26. jos gandos - 19/12/2015

lho emang ojek biasa pake plat kuning ya? ane baru tau..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: